Pages

About my Blog

Selamat Datang di blog Cahya Putri Vinansia. Berbagi Informasi dan Inpirasi. .

Jumat, 08 Mei 2015

Penggunaan Cloud Computing




Cloud Computing adalah suatu pergeseran dari perusahaan dalam membeli dan memelihara server dan aplikasi on-premise yang mahal, dan bergerak menuju metode penyewaan IT, sesuai dengan kebutuhan, dari satu penyedia layanan public cloud. Alasan ekonomi yang menjadi pendorong di belakang konsolidasi ini adalah penghematan biaya yang signifikan dan pengurangan risiko yang diterima oleh perusahaan ketika mereka memusatkan sumber daya teknologi mereka di sebuah pusat data yang dikelola secara profesional oleh pihak luar. 



Berikut contoh implementasi yang menggunakan cloud computing:

1.Lintas Media Danawa (LMD)
Anak perusahaan Lintasarta, perusahaan ICT terkemuka di Indonesia saat ini, membawa teknologi cloud computing ke Indonesia.jadi perusahaan ini melayani on demand cloud computing dan privatecloud computing Di Indonesia.untuk biayanya juga tidak terlalu mahal yaitu untuk layanan on demand cloud computing. Langkah yang diambil oleh perusahaan ini menurut saya sangat benar karena daripada membeli server baru, lebih baik perusahaan-perusahaan menyewa server secara virtual. Tak perlu keluar banyak biaya, menghemat biaya sampai 80 persen dan bebas biaya perawatan.Penghematan yang diperoleh jika menggunakan cloud computing adalah rak yang dipakai untuk server cukup 2 rak, sedangkan jika tidak menggunakan teknologi cloud computing, perusahaan butuh lebih 10 rak.

Selain itu, dari sisi biaya, jauh lebih murah. Perusahaan yang belum menggunakan teknologi ini harus membayar 2.000 dollar AS per bulan untuk sewa server, sedangkan yang memanfaatkan teknologi ini cukup membayar 40 dollar AS tergantung skalanya.

2. Cloud Computing dalam pemerintahan (E-Goverment) dapat mendongkrak kinerja khususnya dalam bidang pemerintahan. E-Goverment dapat membantu para staff di bidang pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik ke masyarakat. Pemerintah dalam negara Indonesia telah menggunakan cloud computing.

Contoh pertama yaitu sebagai penyediaan sumber informasi. Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menyediakan layanan Cloud Computing sebagai layanan jasa alih daya pengelolaan TIK untuk instansi pemerintah. Layanan ini bertujuan untuk dapat mewujudkan percepatan e-government, karena memungkinkan pengguna pemerintah berkonsentrasi dalam memberikan layanan dan tidak dipusingkan dengan konfigurasi maupun pemeliharan perangkat teknologi informasi.

Selain itu instansi pemerintah seperti Badan Pengawas Tenaga Nuklir dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) juga sudah menggunakan teknologi ini. Dengan demikian, berdasarkan kalkulasi Balai Ipteknet penggunaan layanan jasa komputasi awan dapat menghemat biaya hampir 50% dibanding dengan menyiapkan infrastruktur dan SDM sendiri yang mencapai ratusan juta rupiah.

3. NEC
Perusahaan teknologi asal Jepang, menghadirkan layanan komputasi awan untuk sektor pertanian. Menurut Presiden Direktur NEC Indonesia, Tsukamoto Takeshi, kegiatan di bidang agrikultur sangat potensial untuk memanfaatkan cloud computing. Teknologi komputasi awan untuk sektor pertanian dapat digunakan misalnya untuk memantau pasokan bahan pangan, seperti sayur-mayur dan buah-buahan, ke pasar di sekitarnya. Dengan sistem pemasaran seperti ini, kendala dalam alur distribusi bisa teratasi.

Penggunaan teknologi cloud computing juga bisa diterapkan pemerintah daerah untuk mengetahui total kebutuhan pangan wilayahnya dibandingkan dengan sebaran penduduk dan mengatur distribusinya. Salah satu sektor agrikultur yang diharapkan mengadopsi layanan komputasi awan adalah perusahaan perkebunan. Ambil contoh perusahaan perkebunan sawit atau karet. Perusahaan itu bisa menggunakan teknologi ini untuk memantau perkembangan tanaman dan mengetahui ketersediaan bahan baku. 

Selain menawarkan solusi teknologi informasi untuk bidang pertanian, NEC juga memberikan layanan cloud computing untuk ritel, manufaktur, dan keamanan publik. Di Indonesia, teknologi NEC sudah digunakan oleh 3 perusahaan operator selular, seperti Telkomsel, Indosat, dan XL. Salah satu layanan yang digunakan adalah menara trasmisi atau BTS.

Adapun untuk keamanan publik, NEC memperkenalkan berbagai perangkat pemindai wajah dan sidik jari. 

4. EMR
Penggunaan teknologi IT dalam dunia medis sudah lama digunakan, contohnya saja dalam penyimpanan data pasien, data dokter ataupun yang lainnya. Tapi apakah hanya itu? Apakah penggunakan teknologi dalam dunia IT sudah maksimal? Beberapa tahun ini dalam dunia medis ada yang dikenal dengan nama EMR (Electronic Medical Records) atau dalam bahasa Indonesia nya adalah Rekaman Data Medis Elektronik yang menggunakan networking system seperti internet. EMR ini adalah sebuah software yang digunakan untuk menyimpan data medis para pasien.

Dengan masih menggunakan sistem atau teknologi networking seperti internet, EMR hanya bisa diakses oleh pengguna atau user dan penyedia layanan EMR di satu tempat saja, dan EMR tidak terintegerasi ke dalam software lain atau tidak dapat digunakan ke penyedia software lain (dalam hal ini Rumah Sakit). Tetapi dengan adanya dunia Cloud dunia medis sekarang ini menjadi sangat maju, terutama untuk menintegrasikan EMR, sehingga dengan masuknya Cloud Computing data medis para pasien dapat diakses di manapun, kapanpun.

Saat menggunakan Cloud Computing nama EMR diganti dengan EHR (Electronic Health Records), dan software atau aplikasi EHR ini dapat diakses melalui PC, laptop, tablet maupun smartphone dengan menggunakan browser sehingga memudahkan user. Data EHR juga dapat disi atau di-update oleh user kapanpun, diisi manual maupun menggunakan data dari alat medis.


Sumber:
  • http://cloudindonesia.com/cloud-computing-dan-contoh-penerapan-dalam-perusahaan/
  • http://cloudindonesia.com/implementasi-cloud-computing-di-bidang-pemerintahan/
  • http://www.tempo.co/read/news/2011/07/12/072346181/NEC-Tawarkan-Solusi-Komputasi-Awan-untuk-Pertanian
  • http://cloudindonesia.com/cloud-di-dalam-bidang-medis/

0 komentar:

Posting Komentar